Who are the learned?
Those who practice what they know

Fenomena Siang dan Malam Menurut Al-Qur'an


Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Al-Qur’an merupakan kitab yang menyempurnakan ajaran kitab-kitab terdahulu (taurat,zabur dan injil). Al-Qur’an memiliki kebenaran yang mutlak, berlaku sepanjang masa dan mengandung ajaran serta petunjuk tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Al-qur’an sebagai pedoman serta petunjuk bagi manusia tidak hanya berisikan hal-hal yang berdimensi spiritual, namun kandungannya juga mencakup dimensi intelektual juga. Terbukti dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang hal-hal yang ilmiah atau dengan kata lain petunjuk tentang ilmu pengetahuan dan sains, misalkan tentang penciptaan manusia, tentang asal usul alam semesta dan salah satunya adalah fenomena siang dan malam. Dari beberapa hal tersebut sudah sangat jelas bahwa kitab Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan dan sains.

Salah satu fenomena yang dibahas dalam Al-Qur’an adalah fenomena siang dan malam. Bagaimana fenomena siang dan malam menurut pandangan Al-Qur’an dan bagaimana pandangan fenomena ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan akan dibahas dalam makalah ini.

Terdapat banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang membahas mengenai siang dan malam, diantaranya adalah QS. An Nuur ayat 44

“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa malam dan siang itu datang secara bergantian. Secara ilmiah, suatu belahan bumi terjadi fenomena siang ketika belahan bumi tersebut sedang terkena sinar matahari, sedangkan bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari disebut malam, kemudian kejadian ini akan saling bergantian karena bumi berputar pada porosnya.
Dalam kehidupan sehari-hari yang kita lihat adalah matahari bergerak dari timur kebarat, padahal yang sebernarnya terjadi adalah bumi berputar pada porosnya, sedangan matahari tidak mengitari bumi (sebaliknya bumi yang beradar mengitari matahari). Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada QS. Yaasiin ayat 38

“dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”

Maksud dari pada matahari berjalan ditempat peredarannya adalah matahari berputar tetap pada tempatnya. Untuk mempermudah mempelajari konsep siang dan malam ini dapat dilakukan percobaan berikut ini : Peganglah lampu listrik yang menyala kemudian diputar-putar oleh tangan anda, di sisi lain, teman anda memegang bola kurang lebih berjarak 1,4 m dari anda, dan bola tersebut dalam keadaan diam (jangan diputar). Apa yang anda lihat terhadap bola itu? Tentu bagian bola yang satu akan tetap terkena sinar lampu, dan bagian lain tetap gelap sekalipun lampu tersebut diputar-putar tetapi pada tempat semula.  Kemudian putar bola tersebut dan lihat apa yang terjadi, bagian yang tadinya gelap akan mendapat sinar lampu dan sebaliknya yang tadinya mendapat sinar lampu akan menjadi gelap. Percobaan tersebut dapat membuktikan bahwa terjadinya siang dan malam secara bergantian disebabkan karena bumi berputar ada porosnya yang sehari semalam memakan tempo 24 jam (Musthafa, 1979).
Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa bumi itu berputar pada porosnya dan menyebabkan terjadinya siang dan malam, sedangkan apa yang kita lihat bahwa matahari berpindah dari timur kebarat adalah wujud keterbatasan indra penglihatan manusia dalam melihat alam semesta, namun pandangan ini tidak akan dibatasi dengan ilmu pengetahuan.
Unknown Unknown Author

2 comments:

  1. subhanallah semua ilmu didunia sudah sangat terperinci dijelaskan didalam Al-Quran..

    ReplyDelete
  2. subhanallah semua ilmu didunia sudah sangat terperinci dijelaskan didalam Al-Quran..

    ReplyDelete

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *