Who are the learned?
Those who practice what they know

Matahari


Matahari adalah salah satu bintang yang ada di jagad raya. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, sehingga penelitian tentang bintang ini lebih mudah dilakukan dari pada bintang lainnya. Matahari memiliki jarak 150 juta km dari bumi, dan dia menyediakan energy yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi ini secara terus menerus.
Pada pusat benda angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hidrogen terus-menerus berubah menjadi helium. Setiap detik 612 miliar ton helium. Selama sedetik itu, energi yang dihasilkan sebanding dengan ledakan 500 juta bom atom. Selain itu, matahari dianggap benda hitam yang berpijar pada temperature 6000 kelvin dan energy yang dipancarkannya berupa gelombang elektromagnetik yang menyebar ke segala arah. Karena benda hitam pada temperature tertentu dapat mengemisikan radiasi dalam jumlah maksimum dan mencakup semua panjang gelombang, maka spectrum sinar matahari merupakan spectrum yang komplit. Sesuai dengan hokum Wien energi maksimum untuk temperature 6000 kelvin adalah 0,483 mikrometer, sehingga spectrum panjang gelombang energinya masuk pada kategori cahaya tapak.
Matahari hanyalah salah satu dari 200 juta bintang dalam Bimasakti. Meskipun 325.599 kali lebih besar dari bumi, matahari merupakan salah satu bintang kecil yang terdapat di alam semesta. Matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti, yang berdiameter 125.000 tahun cahaya. (1 tahun cahaya = 9.460.800.000.000 km).
Sementara itu, terkait perjalanan matahari, Allah berfirman dalam Surat Yasin Ayat 38 sebagai berikut:
“dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”
Berdasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang Vega. (ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000 x 24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung padanya.

Sumber: Fisika & Al-Quran oleh Agus Mulyono dan Ahmad Abtokhi
alifah surya alifah surya Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *