Matahari
10:08:00 PM
Matahari adalah salah satu bintang yang ada di jagad raya. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, sehingga penelitian tentang bintang ini lebih mudah dilakukan dari pada bintang lainnya. Matahari memiliki jarak 150 juta km dari bumi, dan dia menyediakan energy yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi ini secara terus menerus.
Pada pusat benda
angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hidrogen terus-menerus berubah
menjadi helium. Setiap detik 612 miliar ton helium. Selama sedetik itu, energi
yang dihasilkan sebanding dengan ledakan 500 juta bom atom. Selain itu,
matahari dianggap benda hitam yang berpijar pada temperature 6000 kelvin dan energy
yang dipancarkannya berupa gelombang elektromagnetik yang menyebar ke segala
arah. Karena benda hitam pada temperature tertentu dapat mengemisikan radiasi
dalam jumlah maksimum dan mencakup semua panjang gelombang, maka spectrum sinar
matahari merupakan spectrum yang komplit. Sesuai dengan hokum Wien energi
maksimum untuk temperature 6000 kelvin adalah 0,483 mikrometer, sehingga
spectrum panjang gelombang energinya masuk pada kategori cahaya tapak.
Matahari
hanyalah salah satu dari 200 juta bintang dalam Bimasakti. Meskipun 325.599
kali lebih besar dari bumi, matahari merupakan salah satu bintang kecil yang
terdapat di alam semesta. Matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat
Bimasakti, yang berdiameter 125.000 tahun cahaya. (1 tahun cahaya =
9.460.800.000.000 km).
Sementara itu,
terkait perjalanan matahari, Allah berfirman dalam Surat Yasin Ayat 38 sebagai
berikut:
“dan matahari
berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui”
Berdasarkan
perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, matahari berjalan
dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang
angkasa yang dekat dengan bintang Vega. (ini berarti matahari bergerak sejauh
kira-kira 720.000 x 24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang
bergantung padanya.
Sumber: Fisika & Al-Quran oleh Agus Mulyono dan Ahmad Abtokhi