Fenomena Siang dan Malam Menurut Al-Qur'an
11:36:00 PM
Al-Qur’an
merupakan wahyu Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Al-Qur’an merupakan
kitab yang menyempurnakan ajaran kitab-kitab terdahulu (taurat,zabur dan
injil). Al-Qur’an memiliki kebenaran yang mutlak, berlaku sepanjang masa dan
mengandung ajaran serta petunjuk tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Al-qur’an
sebagai pedoman serta petunjuk bagi manusia tidak hanya berisikan hal-hal yang
berdimensi spiritual, namun kandungannya juga mencakup dimensi intelektual
juga. Terbukti dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang
hal-hal yang ilmiah atau dengan kata lain petunjuk tentang ilmu pengetahuan dan
sains, misalkan tentang penciptaan manusia, tentang asal usul alam semesta dan
salah satunya adalah fenomena siang dan malam. Dari beberapa hal tersebut sudah
sangat jelas bahwa kitab Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan dan sains.
Salah
satu fenomena yang dibahas dalam Al-Qur’an adalah fenomena siang dan malam.
Bagaimana fenomena siang dan malam menurut pandangan Al-Qur’an dan bagaimana
pandangan fenomena ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan akan dibahas dalam
makalah ini.
Terdapat
banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang membahas mengenai siang dan malam, diantaranya
adalah QS. An Nuur ayat 44
“Allah mempergantikan malam dan siang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi
orang-orang yang mempunyai penglihatan.”
Dari
ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa malam dan siang itu datang secara
bergantian. Secara ilmiah, suatu belahan bumi terjadi fenomena siang ketika
belahan bumi tersebut sedang terkena sinar matahari, sedangkan bagian bumi yang
tidak terkena sinar matahari disebut malam, kemudian kejadian ini akan saling
bergantian karena bumi berputar pada porosnya.
Dalam
kehidupan sehari-hari yang kita lihat adalah matahari bergerak dari timur
kebarat, padahal yang sebernarnya terjadi adalah bumi berputar pada porosnya,
sedangan matahari tidak mengitari bumi (sebaliknya bumi yang beradar mengitari
matahari). Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada QS. Yaasiin ayat 38
“dan matahari berjalan ditempat
peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”
Maksud
dari pada matahari berjalan ditempat peredarannya adalah matahari berputar
tetap pada tempatnya. Untuk mempermudah mempelajari konsep siang dan malam ini
dapat dilakukan percobaan berikut ini : Peganglah lampu listrik yang menyala
kemudian diputar-putar oleh tangan anda, di sisi lain, teman anda memegang bola
kurang lebih berjarak 1,4 m dari anda, dan bola tersebut dalam keadaan diam
(jangan diputar). Apa yang anda lihat terhadap bola itu? Tentu bagian bola yang
satu akan tetap terkena sinar lampu, dan bagian lain tetap gelap sekalipun
lampu tersebut diputar-putar tetapi pada tempat semula. Kemudian putar bola tersebut dan lihat apa
yang terjadi, bagian yang tadinya gelap akan mendapat sinar lampu dan
sebaliknya yang tadinya mendapat sinar lampu akan menjadi gelap. Percobaan
tersebut dapat membuktikan bahwa terjadinya siang dan malam secara bergantian
disebabkan karena bumi berputar ada porosnya yang sehari semalam memakan tempo
24 jam (Musthafa, 1979) .
Dari
penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa bumi itu berputar pada porosnya
dan menyebabkan terjadinya siang dan malam, sedangkan apa yang kita lihat bahwa
matahari berpindah dari timur kebarat adalah wujud keterbatasan indra
penglihatan manusia dalam melihat alam semesta, namun pandangan ini tidak akan
dibatasi dengan ilmu pengetahuan.
subhanallah semua ilmu didunia sudah sangat terperinci dijelaskan didalam Al-Quran..
ReplyDeletesubhanallah semua ilmu didunia sudah sangat terperinci dijelaskan didalam Al-Quran..
ReplyDelete