Who are the learned?
Those who practice what they know

Eksistensi Hukum Newton dalam Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan secara berangsur oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Kitab ini terdiri dari 144 Surat, 6236 Ayat dan 30 Juz. Al-Qur’an merupakan rukun iman ke-tiga dalam mengimaninya. Al-Qur’an adalah kitab terlengkap sehingga dapat menjadi petunjuk untuk semua aspek kehidupan manusia mulai dari kita bangun di subuh hari, sampai kita tertidur kembali. Petunjuk sejak kita dilahirkan sampai kita kembali ke pada-Nya. Kelengkapan petunjuk dalam isi Al-Qur’an ditemukan dunia sains. Paragraph berikut akan menjelaskan bagaimana sains adalah bagian dalam Al-Qur’an.
Seperti yang kita ketahui, Sir Isaac Newton telah menemukan Hukum I Newton, Hukum II Newton dan Hukum III Newton. Hukum I Newton berbunyi: “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap” (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 105) Atau biasa disebut  kelembaman benda dan secara matematis dituliskan ∑F= 0. Jadi jika benda tersebut ingin bergerak, harus ada gaya yang mengenainya. Itu juga diajarkan dalam Islam. Untuk membuat suatu pergerakan atau kemajuan dalam hidup, dibutuhkan pula gaya. Dorongan dari diri sendiri atau dari orang lain. Sebagaimana fiman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka merubahnya sendiri."

Allah memang Maha Kuasa dapat merubah nasib semua orang dan semua kaum. Akan tetapi, hidup ini realistis. Benda tidak akan bergerak jika tidak dikenai  gaya. Begitu pula hidup, tidak akan bergerak bahkan maju jika tidak kita beri gaya. Benda akan tetap bergerak pada kecepatan awal jika tidak dikenai gaya. Hidup juga akan tetap berjalan datar dan biasa saja jika tidak kita beri gaya yang lebih.
Selain Hukum I Newton, Sir Isaac Newton juga menemukan Hukum II Newton. Yang berbunyi: “Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang berkerja dalam satu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan masa benda”. Secara matematis dinyatakan ∑F= m x a. Hukum ini juga menyatakan bahwa,” Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja dalam suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya” (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 107). Berarti, semakin besar gaya yang kita berikan maka pergerakan benda semakin besar. Begitu juga pergerakan hidup, semakin besar gaya yang kita berikan pada hidup kita, maka pergerakan dan kemajuan hidup kita akan lebih cepat. Sebagai, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Jatsiyah ayat 22 yang artinya:

"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberibalasan sesuaiapa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan."

         Allah maha adil dan bijaksana. Benda akan bergerak lebih cepat jika diberi gaya yang lebih. Begitu pula hidup, akan lebih cepat begerak dan maju jika diberikan gaya yang lebih besar. Tidak akan ada yang dirugikan.
Dalam melakukan pergerakan dan memperjuangkan hidup kita, tentu saja tidak akan mulus-mulus saja, life is never flat. Dalam melakukan aksi, pasti akan ada reaksi yang berlawanan. Seperti bunyi Hukum III Newton: “Untuk setiap aksi ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah”. Atau secara sistematis dinyatakan, ∑Faksi = –∑Freaksi (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 109). Hukum ini terbukti benar. Contohnya, saat kita berjalan di atas lantai. Telapak kaki kita mendorong lantai ke bawah (aksi). Sebagai reaksi, lantai akan mendorong telapak kaki kita ke atas sebesar dorongan kaki anda terhadap lantai, sehingga anda dapat berjalan dengan normal. Bayangkan jika saat kaki kita mendorong lantai lalu lanta imem berikan reaksi 2 kali lipat. Mungkin kaki anda akan terpental dan berjalan tidak normal. Reaksi akan diberikan terhadap aksi sebesar kemampuan aksi itu menerima reaksi. Begitu juga dalam hidup. Allah akan memberikan kita tantangan dan masalah sebesar kemampuan kita mengatasi tantangan tersebut. Sebagaimana janji Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 286, yang artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya."

Setiap aksi pasti ada reaksi yang berlawanan, reaksi tersebut akan sama besar dengan kamampuan aksi tersebut menerima reaksi, dan reaksi yang datang tidak akan lebih besar dari kemampuan aksi menerima reaksi. Hidup ini memang banyak tantangan dan masalah, tetapi jangan takut. Karena tantangan tidak akan datang, kecuali kita mamiliki kemampuan untuk mengatasinya. Tantangan sering kali membuat banyak orang tidak mau bermimpi. Bermimpilah setinggi mungkin. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi mimpi yang kita miliki.
Hidup kita harus bergerak dinamis. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk diam atau mencontoh kelembaman benda. Namun, pilihan kita adalah ingin seberapa majukah hidup kita? Kemajuan hidup kita tergantung pada usaha yang kita lakukan. Saat kita dalam proses memajukan hidup kita, akan banyak tantangan dan masalah yang datang. Namun jangan takut, karena tantangan dan masalah yang datang itu dari Allah, dan Allah mengetahui seberapa kadar kita. Maksudnya, seberapa kemampuan kita dalam menghadapi suatu masalah. Tidak mungkin Allah memberikan kita tugas untuk menyelesaikan masalah tanpa memberi kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi jangan pernah senang mendapat tantangan hidup yang mudah, karena Allah tahu kalau kemampuan manusia hanya sekecil tantangan yang diberikan. Tapi berbanggalah mendapatkan masalah yang sangat rumit dan besar, karena Allah juga sudah tahu kalau kemampuan manusia sebesar tantangan yang diberikan. Berarti, seseorang mungkin jadi orang pilihan Allah jika dapat menghadapi tantangan dan masalah yang rumit dalam kehidupannya. Optimis dan berusaha keras akan membawa kepada kesuksesan.

Unknown Unknown Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *