Who are the learned?
Those who practice what they know

Habbatus Sauda’



Tumbuhan nigella sativa termasuk dalam keluarga tumbuhan kala. Nama-nama lain tumbuhan ini adalah habbatus sauda’, kurowiyatus sauda’, black cumin, syuniz, kala jaji, kalduroh, jiroka, kaz, dan karazna atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan jintan hitam.
Biji habbatus sauda’mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak asiri, lima belas jenis asam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potassium. Peran habbatus sauda’ dalam sistem kekebalan alami belum diketahui secara jelas sampai tahun 1986 M, kecuali melalui beberapa riset yang dilakukan oleh Dr. Alqodi dan kawan-kawannya di Amerika Serikat. Riset tersebut dilakukan melalui dua penelitian. Penelitian pertama menghasilkan beberapa kesimpulan berikut ini:
1. Pertambahan sel-sel limfosit Th (sel T pembantu) dibandingkan dengan sel-sel limfosit Ts (sel T penghancur) dengan perbandingan 55 %, pertambahan proporsional aktivitas sel-sel pembunuh (killer cells) alami dengan perbandingan 30%.
2.  Habbatus sauda’ berpengaruh menguatkan fungsi-fungsi kekebalan
3. Berbagai hasil riset modern juga menguatkan hasil-hasil riset yang dilakukan oleh Alqodi, diantara:
a.     Majalah Mana’ah Dawa’iyah, edisi Agustus 1995 M - M (10) mempublikasikan hadil riset tentang pengaruh habbatus sauda’terhadap sel-sel limphoid (limfosit) penghancur sel-sel kanker manusia di luar jaringan tubuh, dan terhadap proses pemakanan sel (fagositosis) sel-sel darah putih berinti banyak.
b.  Majalah Kanker Eropa dalam edisi Oktober 1999 M – M (12) mempublikasikan sebuah artikel tentang pengaruh-pengaruh formula thymosinon terhadap kanker lambung pada tikus. Artikel tersebut membuktikan bahwa minyak-minya asiri dalam biji habbatus sauda’ dianggap sebagai factor kimiawi yang kuat dan kuratif terhadap kanker di lambung. Penyebabnya diduga adalah karena minyak-minyak tersebut berpengaruh melawan oksidasi dan infeksi.

Nabi mengabarkan bahwa habbatus sauda’ menyembuhkan setiap penyakit. Susunan kata dengan kata syifa’ (menyembuhkan), tercantum di seluruh hadits tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semua dalam kalimat positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh yang biasanya bermakna umum, bahwa di dalam habbatus sauda’ terdapat sifat menyembuhkan setiap penyakit.
Dalam penjelasan tentang sistem kekebalan, telah ditegaskan bahwa habbatus sauda’ merupakan satu-satunya sistem unik yang memiliki senjata spesifik untuk membunuh setiap penyakit. Perbaikan kondisi sebagaimana dalam sistem kekebalan itu juga terjadi pada pengaruh penghancuran yang dimiliki oleh ekstrak habbatus sauda’ terhadap sel-sel kanker dan sebagian virus, dan juga pada perbaikan terhadap pengaruh infeksi oleh cacing filaria.


Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *