Habbatus Sauda’
12:32:00 AM
Tumbuhan nigella sativa termasuk dalam keluarga tumbuhan kala. Nama-nama lain tumbuhan ini adalah habbatus sauda’, kurowiyatus sauda’, black cumin, syuniz, kala jaji, kalduroh, jiroka, kaz, dan karazna atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan jintan hitam.
Biji habbatus
sauda’mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak asiri, lima belas jenis
asam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potassium. Peran habbatus sauda’ dalam
sistem kekebalan alami belum diketahui secara jelas sampai tahun 1986 M,
kecuali melalui beberapa riset yang dilakukan oleh Dr. Alqodi dan
kawan-kawannya di Amerika Serikat. Riset tersebut dilakukan melalui dua
penelitian. Penelitian pertama menghasilkan beberapa kesimpulan berikut ini:
1. Pertambahan
sel-sel limfosit Th (sel T pembantu) dibandingkan dengan sel-sel limfosit Ts
(sel T penghancur) dengan perbandingan 55 %, pertambahan proporsional aktivitas
sel-sel pembunuh (killer cells) alami dengan perbandingan 30%.
2. Habbatus sauda’
berpengaruh menguatkan fungsi-fungsi kekebalan
3. Berbagai hasil
riset modern juga menguatkan hasil-hasil riset yang dilakukan oleh Alqodi,
diantara:
a. Majalah Mana’ah
Dawa’iyah, edisi Agustus 1995 M - M (10) mempublikasikan hadil riset tentang
pengaruh habbatus sauda’terhadap sel-sel limphoid (limfosit) penghancur sel-sel
kanker manusia di luar jaringan tubuh, dan terhadap proses pemakanan sel
(fagositosis) sel-sel darah putih berinti banyak.
b. Majalah Kanker
Eropa dalam edisi Oktober 1999 M – M (12) mempublikasikan sebuah artikel
tentang pengaruh-pengaruh formula thymosinon terhadap kanker lambung pada
tikus. Artikel tersebut membuktikan bahwa minyak-minya asiri dalam biji
habbatus sauda’ dianggap sebagai factor kimiawi yang kuat dan kuratif terhadap
kanker di lambung. Penyebabnya diduga adalah karena minyak-minyak tersebut
berpengaruh melawan oksidasi dan infeksi.
Nabi mengabarkan
bahwa habbatus sauda’ menyembuhkan setiap penyakit. Susunan kata dengan kata
syifa’ (menyembuhkan), tercantum di seluruh hadits tanpa dima’rifahkan dengan
alif dan lam. Semua dalam kalimat positif, sehingga dengan demikian kata
tersebut bersifat nakiroh yang biasanya bermakna umum, bahwa di dalam habbatus
sauda’ terdapat sifat menyembuhkan setiap penyakit.
Dalam penjelasan
tentang sistem kekebalan, telah ditegaskan bahwa habbatus sauda’ merupakan
satu-satunya sistem unik yang memiliki senjata spesifik untuk membunuh setiap
penyakit. Perbaikan kondisi sebagaimana dalam sistem kekebalan itu juga terjadi
pada pengaruh penghancuran yang dimiliki oleh ekstrak habbatus sauda’ terhadap
sel-sel kanker dan sebagian virus, dan juga pada perbaikan terhadap pengaruh
infeksi oleh cacing filaria.
Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah