Who are the learned?
Those who practice what they know

Sosok “Spiderman” yang Dijelaskan Dalam Al-Qur’an


Hewan invertebrata berbuku-buku (arthropoda), kakinya berjumlah delapan dan memiliki kemampuan untuk membuat jaring. Ia termasuk hewan karnivora (pemakan daging), namun ia tidak dapat melompat maupun terbang. Sehingga ia harus memiliki kemampuan khusus untuk menangkap mangsanya. Hewan apakah itu?
Benar, laba-laba. Menyebut nama hewan yang satu ini membuat kita ingat ayat Al-Qur’an yang bunyinya seperti ini:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahuinya.”
Ya, surat Al-‘Ankabut ayat 41. Al ‘ankabut itu bentuk mufrad dari ‘anakib yang artinya laba-laba.
Coba perhatikan rumah laba-laba, ia kalau panas, kepanasan. Kalau kena hujan jadi lebih “bocor-bocor”. Susunannya juga mudah rusak kalau disentuh sedikit. Makanya ada laba-laba yang parasit yang nebeng di rumah kita.
Filosofi hidupnya itu cenderung egois. Berbuat untuk kepentingan dan kesenangan dirinya sendiri. Ia membuat jaring untuk perdaya lawan, tak peduli nasib hewan lain. Oportunis, oleh sebab itu ia bernama laba-laba bukan rugi-rugi.
Ini khusus tentang ayat 41, jadi pembahasan tak melebar ke filosofi laba-laba lain.
Orang yang berkarakter seperti laba-laba ada banyak kita temui di sekitar. Yang mengaku Islam tapi menjatuhkan Islam. Yang mengaku Islam tapi ngeblock media Islam. Orang seperti ini orang yang “…mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah”
Mungkin ada yang menyebut “spiderman”, mungkin ada yang menyebut “ka al-ankabut” (bahasa arab yang artinya “seperti laba-laba”)
Ya, orang yang mencari pertahanan dan pelindung selain dari Allah itu orang yang ka al-ankabut, yang kini kita mengenalnya dengan bahasa sehari-hari “Kalang Kabut”.
Wallahua’lam.
Unknown Unknown Author

Alam Bertasbih


Semesta Alam bertasbih kepada Allah dengan cara taat pada hukum sunnatullah yang diperlakukan baginya  dan tunduk pada kehendak Allah, ketaatan dan ketundukannya kepada kodrat (kekuasaan) dan kehendak Allah (Iradat) menjadikan alam itu  selalu  memiliki sifat positif. Manusia sebagi penghuni alam seharusnya juga menjaga kondisi agar selalu dalam posisi positif, dengan selalu taat dan patuh pada Allah dan RasulNya, sehingga tidak terjadi perbenturan yang mengakibatkan bencana.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Hadid ayat 1, yang artinya:
"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"
Q.S Al Isra ayat 77, yang artinya:
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."
Alam semesta itu bertasbih kepada Allah SWT seluruhnya, seperti bumi, gunung, air, api, udara, halilintar, benda-benda langit dan semuanya. Tasbihnya alam itu sepanjang yang diketahui manusia mentaati hukum sunatullah dan tunduk pada Iradat (kehendak) Allah SWT. Bagaimana alam itu bertasbih dirahasiakan Allah SWT terhadap manusia, tetapi sedikit banyak dapat dipahami dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu Allah menyuruh agar manusia membaca alam yang tergelar.
Allah SWT memuji orang orang yang selalu ingat kepada Allah dan mau memikirkan alam semesta untuk meyakini ke-AgunganNya melalui ayat ayat kauniyyah (gejala alam), orang-orang inilah yang diberi gelar mulia sebagai Ulil Albab yaitu orang orang yang berakal. Firman Allah Surat Ali Imran ayat 191).
Alam semesta yang bertasbih itu bila diilustrasikan dengan suatu lambang memiliki lambang (+) atau positif. Karena alam itu tidak pernah bersalah ia selalu mengikuti dan mentaati hukum sunatullah yang ditetapkan Allah SWT. Jika alam bergejolak hingga berakibat terjadinya bencana buat manusia, jangan salahkan alam karena alam itu hanya tunduk kepada qudrat (hukum)dan iradat (kehendak} Allah SWT, alam adalah tentara Allah, tetapi lihatlah pada kesalahan manusia yang selalu mengingkari hukum-hukumNya.
Manusia sebagai bagian dari jagad raya ini semenjak lahirnya juga memiliki lambang positif (+) lambang ini terus akan dimiliki manusia selama ia beriman dan taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi ketika manusia itu mengikuti jalan syetan, atau tergoda oleh kehidupan dunia kemudian mulai berbuat dosa maka terjadilah proses perubahan dari nilai plus menjadi minus.
Manusia berdosa? itu wajar, tetapi bila tidak merasa berdosa, tidak mau bertaubat kepada Allah tidak mau memeluk agama yang diridaiNya, dan tidak mau bersujud kepadaNya maka hilanglah nilai positif dari dalam dirinya dan bergantilah dengan lambang negatif().
Unknown Unknown Author

Fenomena Siang dan Malam Menurut Al-Qur'an


Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Al-Qur’an merupakan kitab yang menyempurnakan ajaran kitab-kitab terdahulu (taurat,zabur dan injil). Al-Qur’an memiliki kebenaran yang mutlak, berlaku sepanjang masa dan mengandung ajaran serta petunjuk tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Al-qur’an sebagai pedoman serta petunjuk bagi manusia tidak hanya berisikan hal-hal yang berdimensi spiritual, namun kandungannya juga mencakup dimensi intelektual juga. Terbukti dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang hal-hal yang ilmiah atau dengan kata lain petunjuk tentang ilmu pengetahuan dan sains, misalkan tentang penciptaan manusia, tentang asal usul alam semesta dan salah satunya adalah fenomena siang dan malam. Dari beberapa hal tersebut sudah sangat jelas bahwa kitab Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan dan sains.

Salah satu fenomena yang dibahas dalam Al-Qur’an adalah fenomena siang dan malam. Bagaimana fenomena siang dan malam menurut pandangan Al-Qur’an dan bagaimana pandangan fenomena ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan akan dibahas dalam makalah ini.

Terdapat banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang membahas mengenai siang dan malam, diantaranya adalah QS. An Nuur ayat 44

“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa malam dan siang itu datang secara bergantian. Secara ilmiah, suatu belahan bumi terjadi fenomena siang ketika belahan bumi tersebut sedang terkena sinar matahari, sedangkan bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari disebut malam, kemudian kejadian ini akan saling bergantian karena bumi berputar pada porosnya.
Dalam kehidupan sehari-hari yang kita lihat adalah matahari bergerak dari timur kebarat, padahal yang sebernarnya terjadi adalah bumi berputar pada porosnya, sedangan matahari tidak mengitari bumi (sebaliknya bumi yang beradar mengitari matahari). Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada QS. Yaasiin ayat 38

“dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”

Maksud dari pada matahari berjalan ditempat peredarannya adalah matahari berputar tetap pada tempatnya. Untuk mempermudah mempelajari konsep siang dan malam ini dapat dilakukan percobaan berikut ini : Peganglah lampu listrik yang menyala kemudian diputar-putar oleh tangan anda, di sisi lain, teman anda memegang bola kurang lebih berjarak 1,4 m dari anda, dan bola tersebut dalam keadaan diam (jangan diputar). Apa yang anda lihat terhadap bola itu? Tentu bagian bola yang satu akan tetap terkena sinar lampu, dan bagian lain tetap gelap sekalipun lampu tersebut diputar-putar tetapi pada tempat semula.  Kemudian putar bola tersebut dan lihat apa yang terjadi, bagian yang tadinya gelap akan mendapat sinar lampu dan sebaliknya yang tadinya mendapat sinar lampu akan menjadi gelap. Percobaan tersebut dapat membuktikan bahwa terjadinya siang dan malam secara bergantian disebabkan karena bumi berputar ada porosnya yang sehari semalam memakan tempo 24 jam (Musthafa, 1979).
Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa bumi itu berputar pada porosnya dan menyebabkan terjadinya siang dan malam, sedangkan apa yang kita lihat bahwa matahari berpindah dari timur kebarat adalah wujud keterbatasan indra penglihatan manusia dalam melihat alam semesta, namun pandangan ini tidak akan dibatasi dengan ilmu pengetahuan.
Unknown Unknown Author

Black Hole


Salah satu fenomena alam yang ditemukan pada abad ke-20 tentang peristiwa alam di ruang angkasa adalah Black Hole (Lubang Hitam). Peristiwa ini terjadi ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak terhingga dan volume nol serta medan magnet yang amar kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Akan tetapi, peristiwa bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Dalam surat al-Waqi’ah, Allah mengarahkan perhatian kepada kita dengan bersumpah. Dan sumpahnya itu berkaitan dengan letak bintang-bintang.

“maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui”.  QS. Al-Waqi’ah: 75-76

Istilah “lubang hitam” pertama kali dikemukanan oleh fisikawan Amerika, John Wheeler pada tahun 1969. Pada mulanya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahuin bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat, sebab cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton (partikel cahaya). Misalnya tahap akhir dari sebuah bintang biasa yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil), Lubang hitam berwarna “hitam”, berarti tertutup dari pengamatan langsung. Itulah sebabnya keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melihat daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:

“Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan” (QS al-Mursalaat:8)


Selain itu, bintang-bintang bermassa besar jga dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tetapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuj ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.

Sumber: Fisika & Al-Quran oleh Agus Mulyono & Ahmad Abtokhi 
alifah surya alifah surya Author

Pengobatan dengan Madu


“Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah rumah-rumah di gunung, pohon-pohon, dan pada tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah setiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu dengan mudah’; dari perut lebah itu keliar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia. Sungguh dalam yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan (Allah) bagi kaum yang berpikir” QS. An-Nahl: 68-69
Dalam sunnah Nabi terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullsah bersabda, “Kesembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni minuman madu, sayatan alat bekam, dan sundutan api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api”. HR. Bukhari.
Nabi juga bersabda, “jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat kebaikan, maka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau sundutan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sundutan api” HR. Bukhari.
Diskusi tentang madu mendapat banyak perhatian dalam artikel-artikel yang dipublikasikan selama beberapa tahun belakangan ini di majalah-majalah kedokteran yang terpercaya. Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Ann Plast Surg, bulan Februari 2003 M, dilakukan penelitian terhadap 60 pasien berkebangsaan Belanda yang terkena luka dalam yang bermacam-macam. Para peneliti menyatakan bahwa penggunaan madu mudah dilakukan bagi semua pasien, kecuali satu orang, membantu pembersihan luka, dan tidak terjadi efek samping apapun dari penggunaan madu dalam pengobatan luka-luka tersebut. Para peneliti menyarankan dalam sebuah artikel yang yang dipublikasikan dalam majalah Arch Surgery tahun 2000 M digunakannya madu untuk melindungi garis tepi luka-luka yang terjadi selama proses operasi pengangkatan tumor.

Professor Amoln menegaskan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh majalah Dentegen pada bulan Desember 2001 M, bahwa madu bisa memainkan peran penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan, dan berbagai gangguan mulut lainnya, hal itu disebabkan madu memiliki spesifikasi anti bakteri. Madu bisa menurunkan kadar gula di dalam darah para pengidap penyakit diabetes. Bukti-bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah, sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu merupakan nutrisi kaya vitamin B1-B5-C, dimana para pengidap diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Madu mengandung seratus unsur yang berbeda-beda yang tergolong sangat penting bagi tubh manusia, khususnya bagi para pengidap diabetes.

Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

Pola Tidur Nabi

Ibnul Qoyyim berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau, niscaya mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling bermanfaat untuk badan, organ, dan kekuatan. Beliau tidur di awal, bangun di awal separoh kedua, berdiri lantas bersiwak dan berwudhu, serta melaksanakan sholat oleh Allah yang diwajibkan begi beliau”.

Salah satu pola tidur Nabi adalah bertumpu pada sisi badan sebelah kanan, supaya makanan bisa mengambil tempat di lambung dengan baik. Sebab, posisi lambung cenderung sedikit miring ke sebelah kiri. Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi sebelah kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan. Terlalu lama tidur bertumpu pada sisi kiri membahayakan jantung disebabkan oleh condongnya organ tubuh kepadanya, sehingga beberapa materi tumpah kepadanya.


Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Nabi apabila selesai melaksanakan sholat dua rokaat fajar beliau berbaring di atas sisi kanannya. Posisi tidur yang sangat buruk adalah berbaring bertumpu pada punggung. Namun jika berbaring di atas punggung itu sekedar istirahat, tanpa disertai tidur, tidak mengapa. Posisi yang lebih buruk lagi adalah tengkurap.

 Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

Meneladani Pola Makan dan Minum Nabi


Meneladani Cara Makan Rasulullah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, “Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikit pun, jika suka, beliau memakannya, jika tidak dibiarkannya, tidak memakannya” HR. Bukhari dan Muslim. Nabi menyukai daging, yang paling beliau sukai adalah lengan dan bagian depan kepala kambing. Beliau juga menyukai makanan makanan-makanan manis dan madu. Diriwayatkan dari ‘Aisyah , ia berkata, “Nabi menyukai makanan-makanan manis dan madu”. HR. Bukhari.
Rasulullah bersabda, “aku tidak makan sambil bersandar”. HR. Bukhari. Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, ada tiga jenis bersandar:
a.       Bersandar pada rusuk
b.      Bersila
c.       Bersandar di atas sesuatu
Jenis pertama menyulitkan makan, karena ia menghalangi aliran makanan secara alami, menghambat kecepatan masuknya makanan ke lambung, dan menekan lambung sehingga sulit terbuka untuk makanan, lambung akan miring, tidak tegak, sehingga makanan tidak mudah sampai kepadanya. Adapun dua jenis lainnya merupakan gaya duduk orang-orang yang sombong yang bertentangan dengan jiwa kehambaan.
Dalam hadits Anas disebutkan, “saya melihat Nabi duduk dengan posisi iq’a sambil memakan kurma” HR. Muslim. Beliau biasa duduk dengan posisi iq’a atau duduk dalam posisi bertumpu pada kedua lutut, seraya memposisikan perut telapak kaki kiri di atas punggung telapak kaki kanan, sebagai bentuk ketawadhuan kepada Rabbnya. Ini merupakan posisi duduk paling baik pada saat makan.

Meneladani Cara Minum Rasulullah
Ibnul Qoyyim berkata, “Beliau biasa minum madu yang dicampur air dingin. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan, satu hal yang tidak dipahami kecuali oleh dokter-dokter pakar saja, karena meminum dan menjilat madu pada pagi hari sebelum makan bisa mencairkan dahak, mencuci kotoran lambung, dan menghilangkan kepekatannya, mendorong kotoran, menghangatkan secara proporsional, membuka tutup-tutupnya, dan seperti itu pula pengaruhnya terhadap hati, ginjal, dan kandung kemih”.

Salah satu kebiasaan Nabi adalah minum sambil duduk. Ini merupakan cara minum yang biasa beliau lakukan. Kebiasaan beliau yang lain adalah meminum air dengan susu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas, bahwa ia melihat Nabi minum susu dan datang ke rumahnya.

Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

Puasa dan Hasil Penelitian Ilmiah


Puasa merupakakan salah satu wasiat Nabi kepada kaum muslimin. Puasa diwajibkan oleh Allah pada bulan Romadhon, di samping diwajibkan pula sebagai kafarat bagi beberapa pelanggaran syariat.
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah terkadang terus-menerus berpuasa, sampai-sampai kami membatin, ‘Beliau berpuasa tiap hari, tidak pernah berbuka’, tapi terkadang beliau terus-menerus berbuka (tidak berpuasa), sehingga kami membatin, ‘Beliau tidak pernah berpuasa’.” HR. Bukhori
Ustadz Dr. Ahmad Qodhi berkata, “Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Rasul juga mensyariatkan puasa secara suka rela yang hukumnya sunnah. Dr. ‘Abdul Jawwad Ash-Showi berkata, “zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil pencernaan.
Pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses pencernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sel-sel tubuh. Lemak-lemak disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati, dari proses ini dikeluarkanlah racun-racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh.


Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

Eksistensi Hukum Newton dalam Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan secara berangsur oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Kitab ini terdiri dari 144 Surat, 6236 Ayat dan 30 Juz. Al-Qur’an merupakan rukun iman ke-tiga dalam mengimaninya. Al-Qur’an adalah kitab terlengkap sehingga dapat menjadi petunjuk untuk semua aspek kehidupan manusia mulai dari kita bangun di subuh hari, sampai kita tertidur kembali. Petunjuk sejak kita dilahirkan sampai kita kembali ke pada-Nya. Kelengkapan petunjuk dalam isi Al-Qur’an ditemukan dunia sains. Paragraph berikut akan menjelaskan bagaimana sains adalah bagian dalam Al-Qur’an.
Seperti yang kita ketahui, Sir Isaac Newton telah menemukan Hukum I Newton, Hukum II Newton dan Hukum III Newton. Hukum I Newton berbunyi: “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap” (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 105) Atau biasa disebut  kelembaman benda dan secara matematis dituliskan ∑F= 0. Jadi jika benda tersebut ingin bergerak, harus ada gaya yang mengenainya. Itu juga diajarkan dalam Islam. Untuk membuat suatu pergerakan atau kemajuan dalam hidup, dibutuhkan pula gaya. Dorongan dari diri sendiri atau dari orang lain. Sebagaimana fiman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka merubahnya sendiri."

Allah memang Maha Kuasa dapat merubah nasib semua orang dan semua kaum. Akan tetapi, hidup ini realistis. Benda tidak akan bergerak jika tidak dikenai  gaya. Begitu pula hidup, tidak akan bergerak bahkan maju jika tidak kita beri gaya. Benda akan tetap bergerak pada kecepatan awal jika tidak dikenai gaya. Hidup juga akan tetap berjalan datar dan biasa saja jika tidak kita beri gaya yang lebih.
Selain Hukum I Newton, Sir Isaac Newton juga menemukan Hukum II Newton. Yang berbunyi: “Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang berkerja dalam satu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan masa benda”. Secara matematis dinyatakan ∑F= m x a. Hukum ini juga menyatakan bahwa,” Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja dalam suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya” (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 107). Berarti, semakin besar gaya yang kita berikan maka pergerakan benda semakin besar. Begitu juga pergerakan hidup, semakin besar gaya yang kita berikan pada hidup kita, maka pergerakan dan kemajuan hidup kita akan lebih cepat. Sebagai, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Jatsiyah ayat 22 yang artinya:

"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberibalasan sesuaiapa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan."

         Allah maha adil dan bijaksana. Benda akan bergerak lebih cepat jika diberi gaya yang lebih. Begitu pula hidup, akan lebih cepat begerak dan maju jika diberikan gaya yang lebih besar. Tidak akan ada yang dirugikan.
Dalam melakukan pergerakan dan memperjuangkan hidup kita, tentu saja tidak akan mulus-mulus saja, life is never flat. Dalam melakukan aksi, pasti akan ada reaksi yang berlawanan. Seperti bunyi Hukum III Newton: “Untuk setiap aksi ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah”. Atau secara sistematis dinyatakan, ∑Faksi = –∑Freaksi (Kaningan: Fisika untuk SMA Kelas X, hal 109). Hukum ini terbukti benar. Contohnya, saat kita berjalan di atas lantai. Telapak kaki kita mendorong lantai ke bawah (aksi). Sebagai reaksi, lantai akan mendorong telapak kaki kita ke atas sebesar dorongan kaki anda terhadap lantai, sehingga anda dapat berjalan dengan normal. Bayangkan jika saat kaki kita mendorong lantai lalu lanta imem berikan reaksi 2 kali lipat. Mungkin kaki anda akan terpental dan berjalan tidak normal. Reaksi akan diberikan terhadap aksi sebesar kemampuan aksi itu menerima reaksi. Begitu juga dalam hidup. Allah akan memberikan kita tantangan dan masalah sebesar kemampuan kita mengatasi tantangan tersebut. Sebagaimana janji Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 286, yang artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya."

Setiap aksi pasti ada reaksi yang berlawanan, reaksi tersebut akan sama besar dengan kamampuan aksi tersebut menerima reaksi, dan reaksi yang datang tidak akan lebih besar dari kemampuan aksi menerima reaksi. Hidup ini memang banyak tantangan dan masalah, tetapi jangan takut. Karena tantangan tidak akan datang, kecuali kita mamiliki kemampuan untuk mengatasinya. Tantangan sering kali membuat banyak orang tidak mau bermimpi. Bermimpilah setinggi mungkin. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi mimpi yang kita miliki.
Hidup kita harus bergerak dinamis. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk diam atau mencontoh kelembaman benda. Namun, pilihan kita adalah ingin seberapa majukah hidup kita? Kemajuan hidup kita tergantung pada usaha yang kita lakukan. Saat kita dalam proses memajukan hidup kita, akan banyak tantangan dan masalah yang datang. Namun jangan takut, karena tantangan dan masalah yang datang itu dari Allah, dan Allah mengetahui seberapa kadar kita. Maksudnya, seberapa kemampuan kita dalam menghadapi suatu masalah. Tidak mungkin Allah memberikan kita tugas untuk menyelesaikan masalah tanpa memberi kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi jangan pernah senang mendapat tantangan hidup yang mudah, karena Allah tahu kalau kemampuan manusia hanya sekecil tantangan yang diberikan. Tapi berbanggalah mendapatkan masalah yang sangat rumit dan besar, karena Allah juga sudah tahu kalau kemampuan manusia sebesar tantangan yang diberikan. Berarti, seseorang mungkin jadi orang pilihan Allah jika dapat menghadapi tantangan dan masalah yang rumit dalam kehidupannya. Optimis dan berusaha keras akan membawa kepada kesuksesan.

Unknown Unknown Author

Matahari


Matahari adalah salah satu bintang yang ada di jagad raya. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, sehingga penelitian tentang bintang ini lebih mudah dilakukan dari pada bintang lainnya. Matahari memiliki jarak 150 juta km dari bumi, dan dia menyediakan energy yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi ini secara terus menerus.
Pada pusat benda angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hidrogen terus-menerus berubah menjadi helium. Setiap detik 612 miliar ton helium. Selama sedetik itu, energi yang dihasilkan sebanding dengan ledakan 500 juta bom atom. Selain itu, matahari dianggap benda hitam yang berpijar pada temperature 6000 kelvin dan energy yang dipancarkannya berupa gelombang elektromagnetik yang menyebar ke segala arah. Karena benda hitam pada temperature tertentu dapat mengemisikan radiasi dalam jumlah maksimum dan mencakup semua panjang gelombang, maka spectrum sinar matahari merupakan spectrum yang komplit. Sesuai dengan hokum Wien energi maksimum untuk temperature 6000 kelvin adalah 0,483 mikrometer, sehingga spectrum panjang gelombang energinya masuk pada kategori cahaya tapak.
Matahari hanyalah salah satu dari 200 juta bintang dalam Bimasakti. Meskipun 325.599 kali lebih besar dari bumi, matahari merupakan salah satu bintang kecil yang terdapat di alam semesta. Matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti, yang berdiameter 125.000 tahun cahaya. (1 tahun cahaya = 9.460.800.000.000 km).
Sementara itu, terkait perjalanan matahari, Allah berfirman dalam Surat Yasin Ayat 38 sebagai berikut:
“dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”
Berdasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang Vega. (ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000 x 24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung padanya.

Sumber: Fisika & Al-Quran oleh Agus Mulyono dan Ahmad Abtokhi
alifah surya alifah surya Author

Habbatus Sauda’



Tumbuhan nigella sativa termasuk dalam keluarga tumbuhan kala. Nama-nama lain tumbuhan ini adalah habbatus sauda’, kurowiyatus sauda’, black cumin, syuniz, kala jaji, kalduroh, jiroka, kaz, dan karazna atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan jintan hitam.
Biji habbatus sauda’mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak asiri, lima belas jenis asam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potassium. Peran habbatus sauda’ dalam sistem kekebalan alami belum diketahui secara jelas sampai tahun 1986 M, kecuali melalui beberapa riset yang dilakukan oleh Dr. Alqodi dan kawan-kawannya di Amerika Serikat. Riset tersebut dilakukan melalui dua penelitian. Penelitian pertama menghasilkan beberapa kesimpulan berikut ini:
1. Pertambahan sel-sel limfosit Th (sel T pembantu) dibandingkan dengan sel-sel limfosit Ts (sel T penghancur) dengan perbandingan 55 %, pertambahan proporsional aktivitas sel-sel pembunuh (killer cells) alami dengan perbandingan 30%.
2.  Habbatus sauda’ berpengaruh menguatkan fungsi-fungsi kekebalan
3. Berbagai hasil riset modern juga menguatkan hasil-hasil riset yang dilakukan oleh Alqodi, diantara:
a.     Majalah Mana’ah Dawa’iyah, edisi Agustus 1995 M - M (10) mempublikasikan hadil riset tentang pengaruh habbatus sauda’terhadap sel-sel limphoid (limfosit) penghancur sel-sel kanker manusia di luar jaringan tubuh, dan terhadap proses pemakanan sel (fagositosis) sel-sel darah putih berinti banyak.
b.  Majalah Kanker Eropa dalam edisi Oktober 1999 M – M (12) mempublikasikan sebuah artikel tentang pengaruh-pengaruh formula thymosinon terhadap kanker lambung pada tikus. Artikel tersebut membuktikan bahwa minyak-minya asiri dalam biji habbatus sauda’ dianggap sebagai factor kimiawi yang kuat dan kuratif terhadap kanker di lambung. Penyebabnya diduga adalah karena minyak-minyak tersebut berpengaruh melawan oksidasi dan infeksi.

Nabi mengabarkan bahwa habbatus sauda’ menyembuhkan setiap penyakit. Susunan kata dengan kata syifa’ (menyembuhkan), tercantum di seluruh hadits tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semua dalam kalimat positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh yang biasanya bermakna umum, bahwa di dalam habbatus sauda’ terdapat sifat menyembuhkan setiap penyakit.
Dalam penjelasan tentang sistem kekebalan, telah ditegaskan bahwa habbatus sauda’ merupakan satu-satunya sistem unik yang memiliki senjata spesifik untuk membunuh setiap penyakit. Perbaikan kondisi sebagaimana dalam sistem kekebalan itu juga terjadi pada pengaruh penghancuran yang dimiliki oleh ekstrak habbatus sauda’ terhadap sel-sel kanker dan sebagian virus, dan juga pada perbaikan terhadap pengaruh infeksi oleh cacing filaria.


Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

Keseimbangan Ekosistem




“jika Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini” (Q.S Al-Baqarah: 251)

Setelah dilakukan penelitian secara mendalam pada dunia fauna, tempaklah suatu fenomena yang menakjubkan bahwa ternyata setiap jenis binatang diciptakan bersama predatornya (pemangsa) yang akan mengentikan dominasi jenis tersebut di alam, baik karena jumlah maupun keberagamannya.
Suatu pengamatan di Australia menunjukan bahwa sejenis virus yang bisa menyerang kelenjar virus yang biasa menyerang kelenjar liur kelinci, membuat kelinci yang kerap merusak tanaman dan lahan pertanian, terkena bengkak. Padalah sebelumnya, para petani kewalahan menghentikan serangan kelinci-kelinci itu, sehingga mereka terpaksa harus membuat pagar sepanjang 700 mil.
Demikian halnya dengan tanaman kaktus yang tumbuh di seluruh kawasan Austalia. Tumbuhan jenis ini punah akibat serangga-serangga pemakan kaktus. Padahal sebelum kaktus tersebut diserang serangga, pada penduduk Australia merasa khwatir dibuatnya.
Dengan demikian, virus yang menyerang kelinci tadi terbukti berhasil melakukan sesuatu yang tidak sanggup dilakukan manusia meskipun mereka telah mengerahkan segenap kemampuannya. Begitu pula dengan serangga kecil yang tampak lemah, nyatanya mampu mengentikan pertumbuhan kaktus liar tersebut.
Siapakan yang telah menciptakan makhluk untuk saling memangsa sehingga ekosistem menjadi seimbang?
Siapakah yang telah mengajari makhluk-makhluk itu untuk selalu bermusuhan, guna mencegah kerusakan bumi dan seisinya?
Orang-orang sesat akan menjawab, “semuanya adalah KEBETULAN!”
Namun, Allah membantahnya,


“katakanlah, ‘Allah-lah (yang menurunkannya), ‘kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya” (QS. Al-An’am: 91)

alifah surya alifah surya Author

Matematika-Islam




Matematika Islam ialah Matematika yang menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai Postulat.
Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa:

“aku tinggalkan untuk kamu dua urusan, tidak aka kamu tersesat selama berpegang kepada keduanya, Kitab Allah dan Sunnah Rasul Allah” (HR. Muslim)

Data bilangan dari Alquran dan Nabi, diolah dan dibuat model-matematikanya, seperti: Pilar-Alquran, Permata-Shalat, Roda-Gigi-Shalat dan lain-lain. Fenomena seperti itu sering diebut Sains Quran atau Sains Spiritual Quran, karena Alquran itu adalah ruh.

“dan seperti itu kami wahyukan kepadamu Ruh dari urusan kami, padahal engkau tadinya tidak tau apa itu Kitab dan apa itu Iman (QS Fussilat: 52)

Dan dijelaskan atas dasar sains (ilmu)
“dan sungguh telah kami datangkan kepada mereka satu tulisan, maka kami menjelaskan dia atas dasar ilmu pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat untuk kaum yang percaya” (QS Al-A’raf: 52)

Orang sering keliru membedakan antara sains dan teori. Sering orang enggan menghubungkan Alquran dengan sains, karena katanya sains itu berubah dan wahyu tidak berubah. Padahal yang berubah itu teori, bukan sains. Ilmu pengetahuan itu adalah ayat di alam, berbeda dengan teori. Jangan menyamakan antara sains dan teori. Jadi Sains Quran itu adalah sains itu sendiri, karena Alquran itu dikatakan sebagai ayat-ayat bukti di dada orang yang diberi ilmu (ilmu adalah sains)

“bahkan dia (Alquran) itu ayat-ayat bukti di dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidak akan mengingkari ayat-ayat kami melainkan orang-orang yang aniaya” (QS Al-‘Ankabut: 49)

“kalau Kami turunkan Alquran ini atas gunung, sungguh engkau lihat dia khusyu’ terpecah dari takut kepada Allah. Dan itu perumpamaan yang kami adakan dia untuk menusia agar mereka berpikir” (QS Al-Hasyr: 21)

Hal ini menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu formula. Oleh sebab itu ia harus dipikirkan. Kegiatan membaca dan menghafal yang kita lakukan selama ini belum tentu dalam rangka memikirkan. Karena ada Matematika-Islam di dalamnya, maka itu perlu kita pikirkan, bukan kita akali. Demikian Matematika-Isalam adalah sains itu sendiri.


Sumber: Matematika Islam oleh KH Fahmi Basya
alifah surya alifah surya Author

Peran Islam dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. 
Unknown Unknown Author

Ekosistem Bumi


"Allah-lah yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan. Dia menutupkan malam kepada siang. sesungguhnya semua itu merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir," (QS. ar - Ra'd[13]: 3).

Unknown Unknown Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *