Black Hole
8:53:00 PM
Salah satu
fenomena alam yang ditemukan pada abad ke-20 tentang peristiwa alam di ruang
angkasa adalah Black Hole (Lubang Hitam). Peristiwa ini terjadi ketika sebuah
bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam
dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan
tak terhingga dan volume nol serta medan magnet yang amar kuat. Kita tidak
mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan
gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu
melepaskan diri darinya. Akan tetapi, peristiwa bintang yang runtuh seperti itu
dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Dalam
surat al-Waqi’ah, Allah mengarahkan perhatian kepada kita dengan bersumpah. Dan
sumpahnya itu berkaitan dengan letak bintang-bintang.
“maka Aku
bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah
sumpah yang besar kalau kamu mengetahui”. QS. Al-Waqi’ah: 75-76
Istilah “lubang
hitam” pertama kali dikemukanan oleh fisikawan Amerika, John Wheeler pada tahun
1969. Pada mulanya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang.
Akan tetapi, belakangan diketahuin bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa
yang cahayanya tidak dapat kita lihat, sebab cahaya bintang-bintang yang runtuh
ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam
disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang
yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel
tercepat, seperti foton (partikel cahaya). Misalnya tahap akhir dari
sebuah bintang biasa yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah
nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam
bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil), Lubang hitam berwarna “hitam”,
berarti tertutup dari pengamatan langsung. Itulah sebabnya keberadaan lubang
hitam ini diketahui secara tidak langsung, melihat daya hisap raksasa gaya
gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari
Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah
tentang lubang hitam ini:
“Maka apabila
bintang-bintang telah dihapuskan” (QS al-Mursalaat:8)
Selain itu,
bintang-bintang bermassa besar jga dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun,
lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tetapi
juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuj ini
dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat
tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang
menunjukan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah.
Sumber: Fisika & Al-Quran oleh Agus Mulyono & Ahmad Abtokhi