Pengobatan dengan Madu
1:59:00 AM
“Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah rumah-rumah di gunung, pohon-pohon, dan pada tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah setiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu dengan mudah’; dari perut lebah itu keliar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia. Sungguh dalam yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan (Allah) bagi kaum yang berpikir” QS. An-Nahl: 68-69
Dalam sunnah
Nabi terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang
manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullsah bersabda, “Kesembuhan
terdapat dalam tiga hal, yakni minuman madu, sayatan alat bekam, dan sundutan
api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api”. HR. Bukhari.
Nabi juga
bersabda, “jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat
kebaikan, maka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau
sundutan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sundutan api” HR.
Bukhari.
Diskusi tentang
madu mendapat banyak perhatian dalam artikel-artikel yang dipublikasikan selama
beberapa tahun belakangan ini di majalah-majalah kedokteran yang terpercaya.
Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Ann Plast Surg, bulan
Februari 2003 M, dilakukan penelitian terhadap 60 pasien berkebangsaan Belanda
yang terkena luka dalam yang bermacam-macam. Para peneliti menyatakan bahwa
penggunaan madu mudah dilakukan bagi semua pasien, kecuali satu orang, membantu
pembersihan luka, dan tidak terjadi efek samping apapun dari penggunaan madu
dalam pengobatan luka-luka tersebut. Para peneliti menyarankan dalam sebuah
artikel yang yang dipublikasikan dalam majalah Arch Surgery tahun 2000 M
digunakannya madu untuk melindungi garis tepi luka-luka yang terjadi selama
proses operasi pengangkatan tumor.
Professor Amoln menegaskan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh
majalah Dentegen pada bulan Desember 2001 M, bahwa madu bisa memainkan peran
penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan, dan berbagai
gangguan mulut lainnya, hal itu disebabkan madu memiliki spesifikasi anti
bakteri. Madu bisa menurunkan kadar gula di dalam darah para pengidap penyakit
diabetes. Bukti-bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidan
yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah, sehingga kadar gula
tersebut tidak terlihat tinggi. Madu merupakan nutrisi kaya vitamin B1-B5-C,
dimana para pengidap diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Madu
mengandung seratus unsur yang berbeda-beda yang tergolong sangat penting bagi
tubh manusia, khususnya bagi para pengidap diabetes.
Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah