Who are the learned?
Those who practice what they know

Pengobatan dengan Madu


“Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah rumah-rumah di gunung, pohon-pohon, dan pada tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah setiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu dengan mudah’; dari perut lebah itu keliar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia. Sungguh dalam yang demikian terdapat tanda-tanda kekuasaan (Allah) bagi kaum yang berpikir” QS. An-Nahl: 68-69
Dalam sunnah Nabi terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullsah bersabda, “Kesembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni minuman madu, sayatan alat bekam, dan sundutan api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api”. HR. Bukhari.
Nabi juga bersabda, “jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat kebaikan, maka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau sundutan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sundutan api” HR. Bukhari.
Diskusi tentang madu mendapat banyak perhatian dalam artikel-artikel yang dipublikasikan selama beberapa tahun belakangan ini di majalah-majalah kedokteran yang terpercaya. Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Ann Plast Surg, bulan Februari 2003 M, dilakukan penelitian terhadap 60 pasien berkebangsaan Belanda yang terkena luka dalam yang bermacam-macam. Para peneliti menyatakan bahwa penggunaan madu mudah dilakukan bagi semua pasien, kecuali satu orang, membantu pembersihan luka, dan tidak terjadi efek samping apapun dari penggunaan madu dalam pengobatan luka-luka tersebut. Para peneliti menyarankan dalam sebuah artikel yang yang dipublikasikan dalam majalah Arch Surgery tahun 2000 M digunakannya madu untuk melindungi garis tepi luka-luka yang terjadi selama proses operasi pengangkatan tumor.

Professor Amoln menegaskan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh majalah Dentegen pada bulan Desember 2001 M, bahwa madu bisa memainkan peran penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan, dan berbagai gangguan mulut lainnya, hal itu disebabkan madu memiliki spesifikasi anti bakteri. Madu bisa menurunkan kadar gula di dalam darah para pengidap penyakit diabetes. Bukti-bukti menguatkan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah, sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu merupakan nutrisi kaya vitamin B1-B5-C, dimana para pengidap diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Madu mengandung seratus unsur yang berbeda-beda yang tergolong sangat penting bagi tubh manusia, khususnya bagi para pengidap diabetes.

Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *