Pola Tidur Nabi
1:58:00 AM
Ibnul Qoyyim
berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau, niscaya
mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling
bermanfaat untuk badan, organ, dan kekuatan. Beliau tidur di awal, bangun di
awal separoh kedua, berdiri lantas bersiwak dan berwudhu, serta melaksanakan
sholat oleh Allah yang diwajibkan begi beliau”.
Salah satu pola
tidur Nabi adalah bertumpu pada sisi badan sebelah kanan, supaya makanan bisa
mengambil tempat di lambung dengan baik. Sebab, posisi lambung cenderung
sedikit miring ke sebelah kiri. Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada
sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya
lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi sebelah
kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan
posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan. Terlalu lama tidur bertumpu
pada sisi kiri membahayakan jantung disebabkan oleh condongnya organ tubuh
kepadanya, sehingga beberapa materi tumpah kepadanya.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Nabi apabila selesai melaksanakan sholat
dua rokaat fajar beliau berbaring di atas sisi kanannya. Posisi tidur yang
sangat buruk adalah berbaring bertumpu pada punggung. Namun jika berbaring di
atas punggung itu sekedar istirahat, tanpa disertai tidur, tidak mengapa.
Posisi yang lebih buruk lagi adalah tengkurap.