Who are the learned?
Those who practice what they know

Pola Tidur Nabi

Ibnul Qoyyim berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau, niscaya mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling bermanfaat untuk badan, organ, dan kekuatan. Beliau tidur di awal, bangun di awal separoh kedua, berdiri lantas bersiwak dan berwudhu, serta melaksanakan sholat oleh Allah yang diwajibkan begi beliau”.

Salah satu pola tidur Nabi adalah bertumpu pada sisi badan sebelah kanan, supaya makanan bisa mengambil tempat di lambung dengan baik. Sebab, posisi lambung cenderung sedikit miring ke sebelah kiri. Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi sebelah kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan. Terlalu lama tidur bertumpu pada sisi kiri membahayakan jantung disebabkan oleh condongnya organ tubuh kepadanya, sehingga beberapa materi tumpah kepadanya.


Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Nabi apabila selesai melaksanakan sholat dua rokaat fajar beliau berbaring di atas sisi kanannya. Posisi tidur yang sangat buruk adalah berbaring bertumpu pada punggung. Namun jika berbaring di atas punggung itu sekedar istirahat, tanpa disertai tidur, tidak mengapa. Posisi yang lebih buruk lagi adalah tengkurap.

 Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *