Matematika-Islam
12:14:00 AM
Hal itu sejalan
dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa:
“aku tinggalkan
untuk kamu dua urusan, tidak aka kamu tersesat selama berpegang kepada
keduanya, Kitab Allah dan Sunnah Rasul Allah” (HR. Muslim)
Data bilangan
dari Alquran dan Nabi, diolah dan dibuat model-matematikanya, seperti:
Pilar-Alquran, Permata-Shalat, Roda-Gigi-Shalat dan lain-lain. Fenomena seperti
itu sering diebut Sains Quran atau Sains Spiritual Quran, karena Alquran itu
adalah ruh.
“dan seperti itu
kami wahyukan kepadamu Ruh dari urusan kami, padahal engkau tadinya tidak tau apa
itu Kitab dan apa itu Iman (QS Fussilat: 52)
Dan dijelaskan
atas dasar sains (ilmu)
“dan sungguh
telah kami datangkan kepada mereka satu tulisan, maka kami menjelaskan dia atas
dasar ilmu pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat untuk kaum yang percaya” (QS
Al-A’raf: 52)
Orang sering
keliru membedakan antara sains dan teori. Sering orang enggan menghubungkan
Alquran dengan sains, karena katanya sains itu berubah dan wahyu tidak berubah.
Padahal yang berubah itu teori, bukan sains. Ilmu pengetahuan itu adalah ayat
di alam, berbeda dengan teori. Jangan menyamakan antara sains dan teori. Jadi
Sains Quran itu adalah sains itu sendiri, karena Alquran itu dikatakan sebagai
ayat-ayat bukti di dada orang yang diberi ilmu (ilmu adalah sains)
“bahkan dia
(Alquran) itu ayat-ayat bukti di dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidak
akan mengingkari ayat-ayat kami melainkan orang-orang yang aniaya” (QS Al-‘Ankabut:
49)
“kalau Kami
turunkan Alquran ini atas gunung, sungguh engkau lihat dia khusyu’ terpecah
dari takut kepada Allah. Dan itu perumpamaan yang kami adakan dia untuk menusia
agar mereka berpikir” (QS Al-Hasyr: 21)
Hal ini
menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu formula. Oleh sebab itu ia harus
dipikirkan. Kegiatan membaca dan menghafal yang kita lakukan selama ini belum
tentu dalam rangka memikirkan. Karena ada Matematika-Islam di dalamnya, maka
itu perlu kita pikirkan, bukan kita akali. Demikian Matematika-Isalam adalah
sains itu sendiri.
Sumber: Matematika Islam oleh KH Fahmi Basya