Puasa dan Hasil Penelitian Ilmiah
1:55:00 AM
Puasa merupakakan salah satu wasiat Nabi kepada kaum muslimin. Puasa diwajibkan oleh Allah pada bulan Romadhon, di samping diwajibkan pula sebagai kafarat bagi beberapa pelanggaran syariat.
Dari ‘Aisyah, ia
berkata, “Rasulullah terkadang terus-menerus berpuasa, sampai-sampai kami
membatin, ‘Beliau berpuasa tiap hari, tidak pernah berbuka’, tapi terkadang
beliau terus-menerus berbuka (tidak berpuasa), sehingga kami membatin, ‘Beliau
tidak pernah berpuasa’.” HR. Bukhori
Ustadz Dr. Ahmad
Qodhi berkata, “Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan menjadikannya sebagai salah
satu rukun Islam. Rasul juga mensyariatkan puasa secara suka rela yang hukumnya
sunnah. Dr. ‘Abdul Jawwad Ash-Showi berkata, “zat asam amino membentuk infra
struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari
makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil pencernaan.
Pada saat puasa,
pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses pencernaan, kemudian
didistribusikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sel-sel tubuh. Lemak-lemak
disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi
dan dimanfaatkan oleh hati, dari proses ini dikeluarkanlah racun-racun yang
meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan
bersama kotoran-kotoran tubuh.
Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah