Who are the learned?
Those who practice what they know

Puasa dan Hasil Penelitian Ilmiah


Puasa merupakakan salah satu wasiat Nabi kepada kaum muslimin. Puasa diwajibkan oleh Allah pada bulan Romadhon, di samping diwajibkan pula sebagai kafarat bagi beberapa pelanggaran syariat.
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah terkadang terus-menerus berpuasa, sampai-sampai kami membatin, ‘Beliau berpuasa tiap hari, tidak pernah berbuka’, tapi terkadang beliau terus-menerus berbuka (tidak berpuasa), sehingga kami membatin, ‘Beliau tidak pernah berpuasa’.” HR. Bukhori
Ustadz Dr. Ahmad Qodhi berkata, “Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Rasul juga mensyariatkan puasa secara suka rela yang hukumnya sunnah. Dr. ‘Abdul Jawwad Ash-Showi berkata, “zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil pencernaan.
Pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses pencernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sel-sel tubuh. Lemak-lemak disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati, dari proses ini dikeluarkanlah racun-racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh.


Sumber: Keajaiban Thibbun Nabawi oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah
alifah surya alifah surya Author

About Us

We Are Muslims

Popular Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *